Translate

Monday, November 6

Berkunjung Ke Letta (Negeri Penuh Cerita) 3


Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Setelah hari kedua ya hari ketiga (So pasti......😆😆😆😆
Seperti hari-hari sebelumnya di kampung Letta di dahului dengan Sarapan dan menikmati kopi dilego-lego rumah, Tapi ada lagi kegiatan yang lebih dini dilakukan pada pagi hari, kegiatan ini bagi yang jarang berada di letta sangatlah menantang. Kegiatan Apakah itu ?. Mandi di Pagi hari ! kenapa Mandi? karena tinggal dataran tinggi pastilah berbeda dengan dataran yang lebih rendah terutama Suhu, di letta udara sangatlah dingin apalagi di pagi hari, menyentuh air saja terasa beku apalagi digunakan mandi di pagi hari. wah terbayang Dingiiiiinnn....

Agenda hari ini adalah silaturahmi ke Lomba' melewati Mandiangin, Balaba/Kulinjang, Guci/Tojang, Garoton Diongan/Lebong, Kembali Ke Garoton Daonan. jika melihat kampung kampung yang kami kunjungi hari ini lumayan juga apalagi perjalanan tanpa menggunakan kendaraan bermotor alias jalan kaki. tapi tidak apalah karena bisa kita menikmati beberapa pemandangan alam yang begitu eksotik. Sip lah..

Pejalanan kami pagi ini aga' menurun dari garoton ke Mandiangin. belum lama kami melakukan perjalanan terlihat dari kejauhan Gunung Bampuang Sangat indah...
Gunung Bambapuang capture di letta 

Terlihat jelas Bambapuang meskipun dilihat dari kejauhan. dalam perjalanan beberapa moment yang kami abadikan. 
Gunung Bappuang
Di Mandiangin terdapat Sekolah Dasar Negeri (SD N 152 Pinrang) tempat anak anak di letta menimba ilmu. para muridnya sangat asyik bermain mungkin guru mereka belum sampai, karena waktu masih menunjukan jam 7.15 Wita. melihat mereka bermain teringat masa-masa kecil dulu sewaktu masih duduk di bangku sekolah SD hehehehe.... meskipun daerah letta terdapat di pegunungan dan banyak batu besar yang menjadikan letta sangat susah menemukan dataran yang rata nan luas, ya seperti di mandiangin tempat berdirinya sekolah.

SDN 152 Pinrang/Mandiangin
Perjalanan kami lanjutkan ke Lomba' sesampainya di lomba kami langsung menuju salah satu rumah kerabat kami. kebetulan tuan rumah lagi keluar ke rumah warga sekitar, kami hanya menemukan anaknya yang sudah berkelurga. di rumah ini anaknya yang sudah berkeluarga memang tinggal dengan orang tuanya yang sudah uzur, karena anak yang lain merantau ke daerah lain. sambil kami menunggu beliau kopi siap menemani, tidak lama kemudian tuan rumah pun datang setelah diberitahu sama cucunya tentang kedatangan kami. tidak terasa matahari semakin tinggi karena kami larut dalam diskusi hebat dan saling berbagi pengalaman. seketika kami pun pamit sebenta untuk siarah kubur, kebetulan kuburan buyutku dimakamkan tidak terlalu jauh dari rumah tempat kami sekarang. setelah selesai siarah kubur sayapun mengabadikan beberapa moment indah di tempat tersebut.

Capture in Lomba'
Setelah kami kembali kerumah pembicaraanpun berlanjut. tidak lama kemudian ternyata menu makan siang sudah siap kemipun bergeser ke tempat makan.

Bersantap siang sudah siap perjalananpun siap dilanjutkan ke Balaba/Kulinjang. setelah istirahat sebentar selepas bersantap siang. sudah menjadi kewajiban umum bagi kami orang letta jika selesai makan tidak boleh langsung meninggalkan rumah hal itu tidak baik maka dari itu kita harus duduk sebentar. kamipun pamit untuk menuju ke balaba.

Di Balaba kami bersilaturohmi ke kerabat maklum lama baru ketemu. Setelah silaturohmi dirasa cukup perjalanan berlanjut ke Tojang/Guci dalam perjalanan kami melewati Sekolah Dasar SD Jambu namun saya lupa untuk mengcapturenya. SD ini termasuk Sekolah yang sudah tua. tak lama berselang kami sampai di tojang dimana rumah kerabat kami berada, yang pasti tradisi silaturohmi kami tidak lewatkan. hehehe.... Di tojang kami berziarah ke makam kerabat juga, setelah selesai perjalanan berlanjut ke Garoton Diongan (Garoton Bawah). Perjalanan kali ini menanjak karena Tojang terletak dibawah garoton. tenagan ekstra disiapkan.

Dalam Perjalanan ke Garoton Diongan melewati daerah Kambae'. Tempat rumah orang tua kami dulu sebelum hijrah ke Palopo untuk mencari nafkah dan akhirnya di palopolah saya dilahirkan.hehehehe.... konon rumah orang tua kami dulu masih ada namun sejak hijrah ke palopo rumah tersebut sudah berpindah tangan, meski begitu rumah tersebut masih terjaga keasliannya kecuali atap yang sudah memakai seng. tiang, dinding, lantai, bentuk masih original dari pertama dibuat ayah kami. saudara yang saya temani berkunjung kali ini masih di lahirkan di rumah tersebut. maka dari itu dia sangat bersemangat berkunjung ke rumah tempat dia dilahirkan. sekarang ini rumah tersebut tidak ada yang menempati (Kosong).
Rumah di tanete
Begitu kami sampai di Garoton Diongan dan kembali mampir di rumah kerabat. bertukar pengalaman sampai sore duduk dilego-lego dengan kopi yang tak pernah ketinggalan. tak lama kemudian Menu makanan kembali siap, entah apalah namanya makan malam tapi belum malam makan sore terasa ganjil dengarnaya tapi benar waktu baru menunjukan jam 4.30 Wita. dirumah ini menu makannya khas dari tempat yang sudah kami tempati makan hehehehe.... dibilang Khas karena menunya Seafood, ko' bisa padahal letta kan di daerah pegunungan? ia benar. letaknya memang di pegunungan tapi seafood tersebut datangnya dari sebelah pulau yang kawasannya masuk dalam daerah Kalimantan Utara yaitu Tarakan, Maklum anak dan Cucunya kebanyakan mencari nafkah di Tarakan, jadi

Habis makan duduk sejenak perjalananpun berlanjut untuk pulang ke tempat kami menginap Garoton Daonan. dalam perjalanan ke pulang beberapa momen dalam perjalanan, kami abadikan.
Photo Orang Tua Kami dan Saudara saya
Setelah kami sampai di rumah tempat menginap rasa cape baru terasa setelah seharian penuh keliling kanpung. tapi rasa cape terkalahkan sama kepuasan menikmati pemandangan yang bagus dan silaturohmi dengan beberapa kerabat. waktu terus berputar dan akhirnya kami istirahat setelah menjalani rutinitas warga sore sampai menjelang tidur (Duduk di lego-lego sambil berbagi cerita).

Di pagi hari kami sempatkan waktu berkunjung ke suatu tempat yang sangat eksotik. dikataka eksotik karena konon tempat tersebut terdapat goa yang masih menyimpan tulang belulang manusia yang hidup saman sebelum manusia dikuburkan kedalam tanah (Sebelum Sallang/Muslim/Islam ada di letta), sayang tidak terjaga dengan baik. di tambah lagi disamping goa tersebut ada air terjun. namun waktu kami berkunjung air terjunya tidak terlalu besar karena curah hujan tidak terlalu tinggi. beberapa momennya kami abadikan.
Capture di Mandu'

Photo di samping terlihat ada tulang belulang yang berserakan karena tidak terjaga dengan baik. photo yang lain memperlihatkan keindahan batu yang terjang air terjunnya pun menambah keindahannya, lebih lebih lagi jika debit airnya banyak pasti lebih woww....

Setelah dari tempat tersebut kamipun mempersiapkan diri untuk pulang ke palopo. Perjalanan Letta (Garoton Daonan) ke bungin kali ini menggunakan transportasi Mobil, berbeda diwaktu kami datang yang menggunakan sepeda motor. sambil kami menunggu mobil yang akan kami tumpangi sempatkan waktu menikmati kopi tak lama mobil pun sudah singgah. kamipun beranjak pulang dengan lambaian tangan dari warga sekitar.

Terima kasih Warga Letta semuanya. semoga di lain waktu saya diberi kesempatan untuk berkunjung ke tanah leluhurku LETTA. tidak ada kata bosan menginjakkan kaki di daerah ini.
Bagaimana Agan-agan sekalian. setelah tulisan yang panjang lebar menganai kunjungan saya ke letta, apa yang saya tampilkan dalam tulisan ini hanyalah sedikit tentang keindahan alam, Histori, bahkan Budaya dan Adat Istiadat setempat. semoga suatu saat nanti saya bisa menyampaikan Perihal tersebut ke agan-agan, Amin.....

Jangan lupa untuk membaca tulisan tulisa yang lain ya gan......

Bagian 1
Bagian 2

0 komentar:

Post a Comment

Popular Posts

Blog Archive

Mangandi Letta. Powered by Blogger.