Hai Sobat, ketemu lagi lewat tulisan kali ini setelah beberapa waktu lalu membahas mengenai Jenis dan bentuk Komunikasi dalam Peradaban manusia. kali ini saya akan mencoba untuk menulis kembali perihal Telekomunikasi lagi biar menambah khzanah pengetahuan kita. untuk kali ini saya mencoba membahas tentan Komunikasi bergerak yang saya beri judul Perkembangan Teknologi Dan Sistem Komunikasi Bergerak Seluler Serta Fungsi Dari BTS.
Ok sobat langsung saja ke TeKaPe....
1. SISTEM TELEKOMUNIKASI
BERGERAK
Sistem
dalam Komunikasi Bergerak yang memungkinkan
pelanggannya dapat bergerak selama proses hubungan komunikasi berlangsung
dengan catatan pelanggan bergerak dalam cakupan area penyelenggara jasa
komunikasi. Kemampuan mobilitas inilah yang diunggulkan dari sistem komunikasi fixed (diam). Yang jadi permasalahan adalah
bagaimana suatu sistem didimensioning agar jaminan komunikasi masih tetap dapat
berlangsung meskipun dalam keadaan bergerak dapat berlaku.
Sistem telekomunikasi yang cocok untuk mendukung sistem
komunikasi bergerak ini adalah sistem komunikasi tanpa kabel (wireless) yaitu sistem
komunikasi radio lengkap dengan antena pemancar dan perangkat
radionya. Untuk dapat mengcover cakupan yang begitu luas, dilakukan
pembagian coverage area menjadi sub-sub area yang disebut cell. Oleh karena
itulah sistem komunikasi bergerak disebut juga sistem komunikasi selluler.
Jaringan
seluler atau PLMN (public line mobile network) terdiri dari sejumlah mobile station (MS) yang dihubungkan dengan
jaringan radio ke infrastruktur perangkat switching yang berinterkoneksi dengan
sistem lain seperti PSTN
PSTN
adalah singkatan dari Public Switched Telephone Network atau yang biasa disebut
jaringan telpon tetap (dengan kabel). PSTN merupakan jaringan publik yang
bersifat circuit switch dan pada awalnya disipakan untuk fasilitas teleponi.
PSTN merupakan jaringan telekomunikasi pertama dan terbesar di seluruh dunia.
Hampir 700 juta pelanggan memanfaatkan jaringan tersebut untuk aktifitas
telepon. Untuk PSTN pembahasannya dilain waktu, disini hanya sebatas pengenalan
awal saja. Jadi kembali ke materi PLMN/Komunikasi Bergerak.
Permasalahannya
adalah bagaimana caranya agar tiap-tiap sub area tersebut dapat saling
berkomunikasi sehingga pelanggan dimanapun dia, selama masih dalam coverage sub
area (cell) hubungan komunikasi masih dapat dilakukan. Oleh karena itu, dalam
tiap sub area (cell) harus ada dua perangkat radio, yang pertama untuk komunikasi
cell dengan pelanggan yang ada di wilayahnya dan perangkat radio yang kedua
digunakan untuk hubungan komunikasi antar sub area (cell).
Idealnya
bentuk cell adalah heksagonal agar seluruh ruangan ter-cover, tetapi
kenyataannya di lapangan bentuk cell adalah lingkaran sehingga ada
celah antara cell yang tidak tercover oleh jaringan. Daerah ini
disebut daerah blank spot, dimana pada daerah ini pelanggan tidak dapat
melakukan hubungan komunikasi.
Berdasarkan
ukuran luasnya jangkauan cell dapat dibagi menjadi tiga jenis cell yaitu:
- Macrocell :
diman R > 5 km (biasanya 7 km)
- Microcell :
dimana 1 < R < 3 km
- Picocell :
dimana R < 1 km
Setiap cell ini
di cover oleh suatu perangkat radio lengkap dengan antena pemancarnya. Alat
yang langsung mengcover langsung tiap cell disebut base transceiver
station (BTS). Untuk Lebih jelasnya perhatikan Gambar Berikut :
![]() |
| PLMN |
2. SISTEM YANG DIGUNAKAN DALAM
KOMUNIKASI BERGERAK
GSM (Global
System for Mobile Communication).
Teknologi
seluler jenis ini menggunakan teknologi Time Division Multiple Akses (TDMA)
sebagai “air interface”. Pada teknologi ini, suatu pita frekuensi tertentu yang
lebih lebar dibagi-bagi ke dalam beberapa time slot. Hal ini berarti bahwa
beberapa panggilan dapat menggunakan kanal frekuensi yang sama, tetapi pada
suatu slot waktu yang berbeda-beda. Ada sekitar 250 sistem GSM yang
beroperasi di hampir 105 negara. Di Amerika Utara, standar digital yang berbeda
dikembangkan, dan dikenal dengan D-AMPS(IS-136). D-AMPS ini merupakan evolusi
dari standar AMPS analog yang banyak digunakan di Amerika, Asia Pasifik dan
beberapa area di Eropa Timur. Di Jepang, standar digital yang dikembangkan
adalah PDC (Personal Digital Cordless). Ketiga standar inilah yang banyak
dikembangkan dan mendominasi pasar sekarang ini. Meskipun ketiga standar ini
menggunakn “air interface “yang sama, yaitu TDMA tetapi ketiga standar
teknologi ini tidaklah kompatibel. Pelanggan GSM misalnya, dia hanya mampu
melakukan panggilan bila berada pada jaringan GSM. Jika pada suatu saat si
pelanggan tadi berada pada suatu daerah di mana tidak terdapat jaringan GSM
melainkan jaringan D-AMPS, maka si pelanggan tadi tidak dapat melakukan
panggilan.
Jaringan GSM
terdiri dari beberapa kesatuan fungsional yang memiliki fungsi tertentu.
Struktur Public Land Mobile Network (PLMN) terbagi menjadi tiga sub-sistem
yaitu :
·
RSS
(Radio Subsystem)
·
NSS
(Network and Switching Subsystem)
·
OMS
(Operation and Maintenance Subsystem)
Lebih
jelasnya lihat Gambar Berikut :
Ø RSS (Radio
Subsystem)
RSS merupakan bagian system yang berinteraksi erat dengan penanganan
sumber daya radio. Adapun beberapa elemen yang termasuk dalam RSS (Radio
Subsystem), antara lain :
·
Mobile Station (MS),
·
Subscriber Identity Modul (SIM),
·
Base Transceiver Station (BTS),
·
Base Station Controller (BSC) dan
·
Mobile Service Switching Centre (MSC).
Ø NSS (Network and Switching
Subsystem)
Untuk NSS (Network
and Switching Subsystem). Terdapat beberap Elemen dan fungsinya, diantaranya
:
- MSC (mobile switching center).
Berguna untuk switching &
routing, signalling, dll.
- HLR (home location register).
Tempat naruh profile pelanggan.
nah saya dibagian sini dulunya.
- AuC (Authentication center).
Gunanya untuk authentikasi, mengenerate semacam token gitu untuk
authentikasi. kalo anda belajar public key & private key, nah semacam
itulah fungsinya. dia akan menggenerate key tersebut untuk kemudian dipakai
untuk proses authentikasi.
- VLR (visitor location register).
Tempat data pelanggan yang sedang aktif. mirip dengan HLR, tapi ini
untuk visited subscriber. dengan ada VLR ini, maka pelanggan bisa “mobile” dari
satu tempat ke tempat lainnya.
- EIR (Equipment Identity Register),
Ini buat register handset kamu. jadi kalo handphonenya kecurian, maka
kita bisa blok bahwa handset tersebut supaya tidak bisa masuk ke jaringan. jadi
percumana aja nyuri handset karena itu handset udah di blacklist.
Ø OMS (Operation and Maintenance
Subsystem)
Fungsi dari OMS
(Operation and Maintenance Subsystem) yaitu untuk melakukan operasi,
pengawasan, dan pemeliharaan seluruh elemen jaringan dari SSS dan BSS.
CDMA (Code
Division Multiple Access)
menggunakan
sistem kode (coding). Prinsip ini sesuai dengan singkatan CDMA itu sendiri,
yaitu CodeDivision Multiple Access. Jadi, sistem CDMA menggunakan kode-kode
tertentu yang unik untuk mengatur setiap panggilan yang berlangsung. Kode yang
unik ini juga akan mengeliminir kemungkinan terjadinya komunikasi silang atau
bocor.
Untuk
lebih jelasnya coba perhatikan gambar berikut
seperti apa Arsitektur dari CDMA.
| Arsitektur CDMA |
Kelebihan
dari CDMA antara lain yaitu :
• Privasi
tiap user, karena tiap user diberikan kode PN yang berbeda, dan hanya RX yang mengetahui
kode tersebutlah yang bisa mendekode data yang sudah ditebar itu.
• Anti
Jamming, terutama narrowband dapat diatasi dengan membuat sinyal informasi
menduduki bandwidth yang besar dibandingkan bandwidth aslinya. Hal ini dimaksudkan untuk membuat sinyal tersebut mempunyai
karakteristik seperti noise.
• CDMA juga bersifat low probability intercept (LPI) karena
sinyal DS-SS menempati spectrum setiap saat, maka ia mempunyai daya transmit
yang sangat rendah per Hertz. Hal ini membuat sinyal DS-SS sulit dideteksi.
• Pada CDMA juga diterapkan efisiensi spectrum, yaitu CDMA
bekerja atas dasar Direct Sequence , dan kanalnya dapat digunakan oleh
setiap sel dalam system, dan hanya dibedakan oleh kode Pseudorandom Number (PN)
yang digunakannya.
Untuk Artikel kali ini dirasa sudah cukup, terus nantikan artikel yang lain dari Maletta Berbagi itu lebih indah .
Jangan Lupa untuk Baca Jenis Dan Bentuk Komunikasi Dalam Peradaban Manusia



0 komentar:
Post a Comment