Translate

Thursday, November 9

Perkembangan Teknologi Dan Sistem Komunikasi Bergerak Seluler Serta Fungsi Dari BTS


Hai Sobat, ketemu lagi lewat tulisan kali ini setelah beberapa waktu lalu membahas mengenai Jenis dan bentuk Komunikasi dalam Peradaban manusia. kali ini saya akan mencoba untuk menulis kembali perihal Telekomunikasi lagi biar menambah khzanah pengetahuan kita. untuk kali ini saya mencoba membahas tentan Komunikasi bergerak yang saya beri judul Perkembangan Teknologi Dan Sistem Komunikasi Bergerak Seluler Serta Fungsi Dari BTS

Ok sobat langsung saja ke TeKaPe....

1. SISTEM TELEKOMUNIKASI BERGERAK

Sistem dalam Komunikasi Bergerak yang memungkinkan pelanggannya dapat bergerak selama proses hubungan komunikasi berlangsung dengan catatan pelanggan bergerak dalam cakupan area penyelenggara jasa komunikasi. Kemampuan mobilitas inilah yang diunggulkan dari sistem komunikasi fixed (diam). Yang jadi permasalahan adalah bagaimana suatu sistem didimensioning agar jaminan komunikasi masih tetap dapat berlangsung meskipun dalam keadaan bergerak dapat berlaku.
Sistem telekomunikasi yang cocok untuk mendukung sistem komunikasi bergerak ini adalah sistem komunikasi tanpa kabel (wireless) yaitu sistem komunikasi radio lengkap dengan antena  pemancar  dan perangkat radionya. Untuk dapat mengcover cakupan yang begitu luas, dilakukan pembagian  coverage area menjadi sub-sub area yang disebut cell. Oleh karena itulah sistem komunikasi bergerak disebut juga sistem komunikasi selluler.
Jaringan seluler atau PLMN (public line mobile network) terdiri dari sejumlah  mobile station (MS) yang dihubungkan dengan jaringan radio ke infrastruktur perangkat switching yang berinterkoneksi dengan sistem lain seperti PSTN
PSTN adalah singkatan dari Public Switched Telephone Network atau yang biasa disebut jaringan telpon tetap (dengan kabel). PSTN merupakan jaringan publik yang bersifat circuit switch dan pada awalnya disipakan untuk fasilitas teleponi. PSTN merupakan jaringan telekomunikasi pertama dan terbesar di seluruh dunia. Hampir 700 juta pelanggan memanfaatkan jaringan tersebut untuk aktifitas telepon. Untuk PSTN pembahasannya dilain waktu, disini hanya sebatas pengenalan awal saja. Jadi kembali ke materi PLMN/Komunikasi Bergerak.
Permasalahannya adalah bagaimana caranya agar tiap-tiap sub area tersebut dapat saling berkomunikasi sehingga pelanggan dimanapun dia, selama masih dalam coverage sub area (cell) hubungan komunikasi masih dapat dilakukan. Oleh karena itu, dalam tiap sub area (cell) harus ada dua perangkat radio, yang pertama untuk komunikasi cell dengan pelanggan yang ada di wilayahnya dan perangkat radio yang kedua digunakan untuk hubungan komunikasi antar sub area (cell).
            Idealnya bentuk cell adalah heksagonal agar seluruh ruangan ter-cover, tetapi kenyataannya di lapangan bentuk cell adalah lingkaran sehingga ada celah antara cell yang tidak tercover oleh jaringan. Daerah ini disebut daerah blank spot, dimana pada daerah ini pelanggan tidak  dapat melakukan hubungan komunikasi.
Berdasarkan ukuran luasnya jangkauan cell dapat dibagi menjadi tiga jenis cell yaitu:

-       Macrocell : diman R > 5 km (biasanya 7 km)
-       Microcell  : dimana 1 < R < 3 km
-       Picocell     : dimana R < 1 km

Setiap cell ini di cover oleh suatu perangkat radio lengkap dengan antena pemancarnya. Alat yang langsung mengcover langsung tiap cell disebut base transceiver station (BTS). Untuk Lebih jelasnya perhatikan Gambar Berikut :

PLMN

2. SISTEM YANG DIGUNAKAN DALAM KOMUNIKASI BERGERAK

GSM (Global System for Mobile Communication).
Teknologi seluler jenis ini menggunakan teknologi Time Division Multiple Akses (TDMA) sebagai “air interface”. Pada teknologi ini, suatu pita frekuensi tertentu yang lebih lebar dibagi-bagi ke dalam beberapa time slot. Hal ini berarti bahwa beberapa panggilan dapat menggunakan kanal frekuensi yang sama, tetapi pada suatu slot waktu yang berbeda-beda. Ada sekitar 250 sistem GSM yang beroperasi di hampir 105 negara. Di Amerika Utara, standar digital yang berbeda dikembangkan, dan dikenal dengan D-AMPS(IS-136). D-AMPS ini merupakan evolusi dari standar AMPS analog yang banyak digunakan di Amerika, Asia Pasifik dan beberapa area di Eropa Timur. Di Jepang, standar digital yang dikembangkan adalah PDC (Personal Digital Cordless). Ketiga standar inilah yang banyak dikembangkan dan mendominasi pasar sekarang ini. Meskipun ketiga standar ini menggunakn “air interface “yang sama, yaitu TDMA tetapi ketiga standar teknologi ini tidaklah kompatibel. Pelanggan GSM misalnya, dia hanya mampu melakukan panggilan bila berada pada jaringan GSM. Jika pada suatu saat si pelanggan tadi berada pada suatu daerah di mana tidak terdapat jaringan GSM melainkan jaringan D-AMPS, maka si pelanggan tadi tidak dapat melakukan panggilan.
Jaringan GSM terdiri dari beberapa kesatuan fungsional yang memiliki fungsi tertentu. Struktur Public Land Mobile Network (PLMN) terbagi menjadi tiga sub-sistem yaitu :
·         RSS (Radio Subsystem)
·         NSS (Network and Switching Subsystem)
·         OMS (Operation and Maintenance Subsystem)

Lebih jelasnya lihat Gambar Berikut :
 
Arsitektur GSM

Ø  RSS (Radio Subsystem)
RSS merupakan bagian system yang berinteraksi erat dengan penanganan sumber daya radio. Adapun beberapa elemen yang termasuk dalam RSS (Radio Subsystem), antara lain :
·         Mobile Station (MS),
·         Subscriber Identity Modul (SIM),
·         Base Transceiver Station (BTS),
·         Base Station Controller (BSC) dan
·         Mobile Service Switching Centre (MSC).
Ø  NSS (Network and Switching Subsystem)
Untuk NSS (Network and Switching Subsystem). Terdapat beberap Elemen dan fungsinya, diantaranya :
  • MSC (mobile switching center).
Berguna untuk switching & routing, signalling, dll.
  • HLR (home location register).
Tempat naruh profile pelanggan. nah saya dibagian sini dulunya.
  • AuC (Authentication center).
Gunanya untuk authentikasi, mengenerate semacam token gitu untuk authentikasi. kalo anda belajar public key & private key, nah semacam itulah fungsinya. dia akan menggenerate key tersebut untuk kemudian dipakai untuk proses authentikasi.
  • VLR (visitor location register).
Tempat data pelanggan yang sedang aktif. mirip dengan HLR, tapi ini untuk visited subscriber. dengan ada VLR ini, maka pelanggan bisa “mobile” dari satu tempat ke tempat lainnya.
  • EIR (Equipment Identity Register),
Ini buat register handset kamu. jadi kalo handphonenya kecurian, maka kita bisa blok bahwa handset tersebut supaya tidak bisa masuk ke jaringan. jadi percumana aja nyuri handset karena itu handset udah di blacklist.
Ø  OMS (Operation and Maintenance Subsystem)
Fungsi dari OMS (Operation and Maintenance Subsystem) yaitu untuk melakukan operasi, pengawasan, dan pemeliharaan seluruh elemen jaringan dari SSS dan BSS.

CDMA (Code Division Multiple Access)
menggunakan sistem kode (coding). Prinsip ini sesuai dengan singkatan CDMA itu sendiri, yaitu CodeDivision Multiple Access. Jadi, sistem CDMA menggunakan kode-kode tertentu yang unik untuk mengatur setiap panggilan yang berlangsung. Kode yang unik ini juga akan mengeliminir kemungkinan terjadinya komunikasi silang atau bocor.
Untuk lebih jelasnya coba perhatikan gambar berikut  seperti apa Arsitektur dari CDMA.
Arsitektur CDMA

Kelebihan dari CDMA antara lain yaitu :
      Privasi tiap user, karena tiap user diberikan kode PN yang berbeda, dan hanya RX yang mengetahui kode tersebutlah yang bisa mendekode data yang sudah ditebar itu.
      Anti Jamming, terutama narrowband dapat diatasi dengan membuat sinyal informasi menduduki bandwidth yang besar dibandingkan bandwidth aslinya. Hal ini dimaksudkan untuk membuat sinyal tersebut mempunyai karakteristik seperti noise.
      CDMA juga bersifat low probability intercept (LPI) karena sinyal DS-SS menempati spectrum setiap saat, maka ia mempunyai daya transmit yang sangat rendah per Hertz. Hal ini membuat sinyal DS-SS sulit dideteksi.

      Pada CDMA juga diterapkan efisiensi spectrum, yaitu CDMA bekerja atas dasar Direct Sequence , dan kanalnya dapat digunakan oleh setiap sel dalam system, dan hanya dibedakan oleh kode Pseudorandom Number (PN) yang digunakannya.

Untuk Artikel kali ini dirasa sudah cukup, terus nantikan artikel yang lain dari Maletta Berbagi itu lebih indah .

0 komentar:

Post a Comment

Popular Posts

Blog Archive

Mangandi Letta. Powered by Blogger.