![]() |
| Gambar |
Hai gan ketemu lagi..😆😆😆😆, sekarang saya mencoba menulis tentang Pertanian. seperti yang akan saya coba uraikan dalam tulisan berikut, yang berjudul Beberapa permasalahan Pertania di indonesia. ok Gan lansung aja kita masuk ke pokok bahasan....
INDONESIA
Indonesia adalah Negara yang di anugerahi
kekayaan alam yang berlimpah, baik yang terkandung dalam bumi seperti (Batu
Bara, Nikel, Emas, Timah, dll) maupun yang ad adi permukaan (Seperti Kesuburan
Tanahnya) hal ini dipengaruhi dengan letak wilayah indonesia yang strategis
dengan iklim tropis yang memungkinkan radiasi matahari diterima sepanjang
tahun, suhu di Indonesia yang sangat optimal sangat baik bagi pertumbuhan
tanaman.
Dengan demikian hampir segala jenis tanaman yang
ada di belahan bumi ini dapat tumbuh dengan baik di tanah Indonesia. Tidak salah
jika ada pepatah yang mengataka “jika
tongkat yang ditanam di atas tanah indonesia pun akan dapat menjadi pohon
karena kesuburan tanahnya”, luarbiasa bukan?
Namun, dengan melihat
kondisi masyarakat Indonesia saat ini sungguh ironis masyarakat kita masih disuguhkan pangan
yang berlabelkan negara orang lain (Import)Seperti :
PERMASALAHAN PERTANIAN
Dampak Pengolahan Tambang
Sebagian Besar tambang di indonesia adalah tambang Batu bara. pertambangan batu bara berdampak pada Lingkunaga yaitu Air, Tanah, Udara, Begitu pun dengan Pertambangan yang lain. Jadi air tercemari limbah pencucian hasil tambang, Tanah dicemari dengan adanya galian yang banyak dan besar mengakibatkan kandungan asam pada tanah meningkat, Udara juga akan tercamari dengan tingginya intensitas tambang, tidak ketinggalan Hutan dengan adanya aktifitas tambang maka perambahan hutan secara besar-besaran terjadi. dengan adanya pencemaran lingkungan tersebut maka berefek langsung dengan pertanian. dimana pertanian juga bersentuhan langsung dengan hal tersebut di atas.
![]() |
| Area Tambang |
Regenerasi Pertanian
Perihal Impor beberapa pangan yang dilakukan pemerintah
terjadi juga di pengaruhi dengan minat generasi muda untuk bercocok tanam
(Bertani). Berdasarkan data Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan
Transmigrasi saat ini persentase penduduk di pedesaan masih 50,2 persen dari
total penduduk di Indonesia. Namun pada 2025 nanti diproyeksi turun menjadi
33,4 persen. Ini selaras dengan yang dikatakan Angelina Ika Rahutami
Peneliti dan Dosen Fakultas Ekonomi Unika Soegijapranata menyebut, kondisi
tersebut menimbulkan masalah bagi sektor pertanian Indonesia, dimana mayoritas
pekerja di sektor pertanian akan diisi oleh orang tua. Kondisi tersebut akan
menyulitkan adanya inovasi teknologi di sektor pernah berkontribusi besar
terhadap PDB Indonesia itu. Sumber CNN.
![]() |
| Urbanisasi |
Import
1. Beras
Impor beras khusus di Juni 2017
sebanyak 36,3 ribu ton atau US$ 15,8 juta. Angka ini naik jika dibandingkan Mei
2017 yang sebesar 23,2 ribu ton atau US$ 10,0 juta. Jika diakumulasi dari
Januari-Juni tahun ini mencapai 130,9 ribu ton setara US$ 65,5 juta, turun
dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.
2. Tepung
Terigu
Impor tepung terigu di Juni 2017
sebesar 1,8 ribu ton setara US$ 545,5 ribu, angka ini turun jika dibandingkan
Mei tahun ini yang sebesar 4,5 ribu ton setara US$ 1,3 juta. Dari Januari-Juni 2017 mencapai 23,2 ribu ton atau US$ 6,9
juta, turun jika dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.
3. Gula
Pasir
Impor gula pasir di Juni 2017
sebesar 3,7 ribu ton setara US$ 2,5 juta, angka ini turun drastis jika
dibandingkan Mei 2017 yang sebanyak 40,7 ribu ton atau US$ 22,4 juta. Dari
Januari-Juni tahun ini jumlahnya 53,9 ribu ton atau setara US$ 30,3 juta, naik
jika dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.
4. Daging
Impor daging jenis lembu di Juni
2017 sebesar 11,6 ribu ton setara US$ 39,4 juta. Angka ini naik dibandingkan
Mei 2017 yang sebanyak 11,0 ribu ton atau US$ 36,3 juta. Dari Januari-Juni
tahun nilainya 75,5 ribu ton setara US$ 265,4 juta, naik jika dibandingkan
periode yang sama di tahun sebelumnya. Sedangkan di Juni 2017 sebesar 10,9 ribu ton
setara US$ 32,4 juta. Angka ini turun jika dibandingkan Mei 2017 yang sebanyak
14,3 ribu ton atau US$ 47,2 juta. Dari Januari-Juni 2017 nilainya 71,3 ribu ton
atau US$ 230,8 juta, turun jika dibandingkan periode yang sama di tahun
sebelumnya.
5. Garam
Impor garam di Juni 2017 sebesar
253,8 ribu ton setara US$ 8,1 juta. Angka ini naik jika dibandingkan Mei 2017
yang sebesar 196,2 ribu ton atau US$ 6,8 juta. Dari Januari-Juni 2017 nilainya
1,1 ribu ton setara US$ 39,5 juta, naik dibandingkan periode yang sama di tahun
sebelumnya.
![]() |
| Impor Pangan |
Dan Masih banyak lainnya untuk lebih Jelasnya Klik disin
Dr. Iskandar Andi Nuhung (Mantan Ketua DPN KORPRI 2009 –
2014) terkait permasalahan ini
menyampaikan argumentasinya bahwa :
"lebih
dari 60 % penduduk Indonesia hidup dari sektor pertanian, berdiam di pedesaan
dan merupakan golongan masyarakat yang berpenghasilan rendah, maka golongan
masyarakat inilah yang harus menjadi titik sentral pembangunan nasional
terutama dalam pengarahan investasi”.
Jika hal ini terjadi maka dari tahun ke tahun Impor
kebutuhan pangan kita akan semakin meningkat, hal seperti ini mungkin tidak
terlalu terasa jika dibarengi income masyarakat. Namun apapun itu sebagai
manusia pastilah mempunyai rasa kebanggaan tersendiri apabila kita sebagai
Bangsa Indonesia yang tanahnya subur dikelola dengan baik dan kelak Indonesia
Swasembada Pangan. (Eksport Pangan).
Oke gan sampai disini tulisan saya mengenai permasalahan pertanian di indonesia. nantikan tulisan tulisan yang lain gan.
Oke gan sampai disini tulisan saya mengenai permasalahan pertanian di indonesia. nantikan tulisan tulisan yang lain gan.





0 komentar:
Post a Comment