Translate

Thursday, November 9

Beberapa Permasalah Pertanian Di Indonesia



Gambar

Hai gan ketemu lagi..😆😆😆😆, sekarang saya mencoba menulis tentang Pertanian. seperti yang akan saya coba uraikan dalam tulisan berikut, yang berjudul Beberapa permasalahan Pertania di indonesia. ok Gan lansung aja kita masuk ke pokok bahasan....

INDONESIA
Indonesia adalah Negara yang di anugerahi kekayaan alam yang berlimpah, baik yang terkandung dalam bumi seperti (Batu Bara, Nikel, Emas, Timah, dll) maupun yang ad adi permukaan (Seperti Kesuburan Tanahnya) hal ini dipengaruhi dengan letak wilayah indonesia yang strategis dengan iklim tropis yang memungkinkan radiasi matahari diterima sepanjang tahun, suhu di Indonesia yang sangat optimal sangat baik bagi pertumbuhan tanaman.
Dengan demikian hampir segala jenis tanaman yang ada di belahan bumi ini dapat tumbuh dengan baik di tanah Indonesia. Tidak salah jika ada pepatah yang mengataka “jika tongkat yang ditanam di atas tanah indonesia pun akan dapat menjadi pohon karena kesuburan tanahnya”, luarbiasa bukan?
Namun,  dengan melihat kondisi masyarakat Indonesia saat ini sungguh  ironis masyarakat kita masih disuguhkan pangan yang berlabelkan negara orang lain (Import)Seperti :



PERMASALAHAN PERTANIAN

Dampak Pengolahan Tambang
Sebagian Besar tambang di indonesia adalah tambang Batu bara. pertambangan batu bara berdampak pada Lingkunaga yaitu Air, Tanah, Udara, Begitu pun dengan Pertambangan yang lain. Jadi air tercemari limbah pencucian hasil tambang, Tanah dicemari dengan adanya galian yang banyak dan besar mengakibatkan kandungan asam pada tanah meningkat, Udara juga akan tercamari dengan tingginya intensitas tambang, tidak ketinggalan Hutan dengan adanya aktifitas tambang maka perambahan hutan secara besar-besaran terjadi. dengan adanya pencemaran lingkungan tersebut maka berefek langsung dengan pertanian. dimana pertanian juga bersentuhan langsung dengan hal tersebut di atas.

Area Tambang


Regenerasi Pertanian
Perihal Impor beberapa pangan yang dilakukan pemerintah terjadi juga di pengaruhi dengan minat generasi muda untuk bercocok tanam (Bertani). Berdasarkan data Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi saat ini persentase penduduk di pedesaan masih 50,2 persen dari total penduduk di Indonesia. Namun pada 2025 nanti diproyeksi turun menjadi 33,4 persen. Ini selaras dengan yang dikatakan Angelina Ika Rahutami Peneliti dan Dosen Fakultas Ekonomi Unika Soegijapranata menyebut, kondisi tersebut menimbulkan masalah bagi sektor pertanian Indonesia, dimana mayoritas pekerja di sektor pertanian akan diisi oleh orang tua. Kondisi tersebut akan menyulitkan adanya inovasi teknologi di sektor pernah berkontribusi besar terhadap PDB Indonesia itu. Sumber CNN.
Urbanisasi

Import
      1. Beras
Impor beras khusus di Juni 2017 sebanyak 36,3 ribu ton atau US$ 15,8 juta. Angka ini naik jika dibandingkan Mei 2017 yang sebesar 23,2 ribu ton atau US$ 10,0 juta. Jika diakumulasi dari Januari-Juni tahun ini mencapai 130,9 ribu ton setara US$ 65,5 juta, turun dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.
      2. Tepung Terigu
Impor tepung terigu di Juni 2017 sebesar 1,8 ribu ton setara US$ 545,5 ribu, angka ini turun jika dibandingkan Mei tahun ini yang sebesar 4,5 ribu ton setara US$ 1,3 juta. Dari Januari-Juni 2017 mencapai 23,2 ribu ton atau US$ 6,9 juta, turun jika dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.
      3. Gula Pasir
Impor gula pasir di Juni 2017 sebesar 3,7 ribu ton setara US$ 2,5 juta, angka ini turun drastis jika dibandingkan Mei 2017 yang sebanyak 40,7 ribu ton atau US$ 22,4 juta. Dari Januari-Juni tahun ini jumlahnya 53,9 ribu ton atau setara US$ 30,3 juta, naik jika dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.
       4. Daging
Impor daging jenis lembu di Juni 2017 sebesar 11,6 ribu ton setara US$ 39,4 juta. Angka ini naik dibandingkan Mei 2017 yang sebanyak 11,0 ribu ton atau US$ 36,3 juta. Dari Januari-Juni tahun nilainya 75,5 ribu ton setara US$ 265,4 juta, naik jika dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Sedangkan di Juni 2017 sebesar 10,9 ribu ton setara US$ 32,4 juta. Angka ini turun jika dibandingkan Mei 2017 yang sebanyak 14,3 ribu ton atau US$ 47,2 juta. Dari Januari-Juni 2017 nilainya 71,3 ribu ton atau US$ 230,8 juta, turun jika dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.
       5. Garam
Impor garam di Juni 2017 sebesar 253,8 ribu ton setara US$ 8,1 juta. Angka ini naik jika dibandingkan Mei 2017 yang sebesar 196,2 ribu ton atau US$ 6,8 juta. Dari Januari-Juni 2017 nilainya 1,1 ribu ton setara US$ 39,5 juta, naik dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.
Impor Pangan

Dan Masih banyak lainnya untuk lebih Jelasnya Klik disin
 
Dr. Iskandar Andi Nuhung (Mantan Ketua DPN KORPRI 2009 – 2014)  terkait permasalahan ini menyampaikan argumentasinya bahwa :
"lebih dari 60 % penduduk Indonesia hidup dari sektor pertanian, berdiam di pedesaan dan merupakan golongan masyarakat yang berpenghasilan rendah, maka golongan masyarakat inilah yang harus menjadi titik sentral pembangunan nasional terutama dalam pengarahan investasi”.

Jika hal ini terjadi maka dari tahun ke tahun Impor kebutuhan pangan kita akan semakin meningkat, hal seperti ini mungkin tidak terlalu terasa jika dibarengi income masyarakat. Namun apapun itu sebagai manusia pastilah mempunyai rasa kebanggaan tersendiri apabila kita sebagai Bangsa Indonesia yang tanahnya subur dikelola dengan baik dan kelak Indonesia Swasembada Pangan. (Eksport Pangan).

Oke gan sampai disini tulisan saya mengenai permasalahan pertanian di indonesia. nantikan tulisan tulisan yang lain gan.

0 komentar:

Post a Comment

Popular Posts

Blog Archive

Mangandi Letta. Powered by Blogger.