Translate

Monday, November 13

Merajut Asa Kehidupan Masyarakat Letta (Penghidupan Masyarakat Setempat)


Assalamu Alaikum Wr. Wb.
 

Apa kabar semoga tetap dalam kebahagiaan. Kali ini saya mencoba menulis tentang kehidupan di letta dalam menjalani penghidupan yang saya beri judul MerajutAsa Kehidupan Masyarakat Letta. Ok kita lagsung ke materidan selamat Membaca 👇👇👇

Letta yang terletak dibagian utara kabupaten pinrang dan berbatasan dengan enrekang, tentunya sebelum letta dimekarkan menjadi 3 desa yakni Desa Letta, Desa Kariango dan Desa kaseralau. Dimana setelah letta Lama dimekarkan Desa letta Pusat pemerintahannya berada di Padang, Desa Kariango berpusat di Kaluku, sedangkan Desa kaseralau berpusat di Loka’, dalam wilayah administrasi Kecamatan Lembang. Namun, seiring berjalannya waktu ketiga Desa hasil dari pemekaran Desa letta (Letta Lama) satu Desa yaitu Desa Kaseralau meminta berpindah ke kecamatan Batu Lappa yang pada akhirnya dikabulkan. Hal ini mereka ajukan karena secara geografis Desa Kaseralau lebih dekat dengan Kecamatan Batu Lappa dibanding pusat kecamatan Lembang. Dengan bergabungnya Desa Kaseralau ke Kecamatan Batulappa maka akan mempermudah urusan urusan masyarakat setempat.
Gambar 1 Letta Lama Setelah Pemekaran menjadi 3 Desa
 Mayoritas Masyarakat Letta adalah Petani. Komoditas utamanya adalah buah kemiri (Aleurites moluccanus) dalam bahasa masyarakat setempat disebut ”Pallan”. Ladang mereka di Tanami berbagai macam jenis tanama mulai dari Kemiri, Kakao (Theobroma cacao) Bahasa Setempat “ Koko’ “, Durian (Durio zibethinus), Langsat (Lansium domesticum) masyarakat setempat menyebutnya “Kambuno”, kelapa (Cocos nucifera) atau Kaluku menurut masyarakat setempat menyebutnya, Cengkeh (Syzygium aromaticum) masyarakat setempat menyebutnya “Cangkeh”. Dari hasil ladang masyarakat setempat terutama kemiri yang di olah sebelum di jual ke pasar Bungi, untuk mengetahui seperti apa perjalanan ke bungi baca tulisan sebelumnya yang saya beri judul Berkunjung ke Letta (Negeri Penuh Ceria) 1. Cara mengolah buah kemiri yaitu dijemur di batu (maklum Letta terdapat banyak batu yang besar dan sangat cocok untuk menjemur buah) sekitar 1-2 hari, kemudian buah kemiri tersebut di pisahkan dari cangkangnya yang keras dan isinya tersebut diambil untuk dijual, proses ini dikenal oleh masyarakat setempat dengan sebutan “Marrappa Pallan”. Untuk buah Kakao, diletta tidak terlalu banyak dan hanya sedikit buah, sedangkan buah buahan hanya berbuah 1 kali setahun. Khusus untuk buah langsat terkenal sangat manis dan siapapun yang memakannya dijamin puas. Sedangkan Buah kelapa masyarakat setempat hanya dijadikan konsumsi keluarga. Tanaman kelapa juga tidaklah terlalu banyak.
Gambar 2 Hasil Lahan Pertanian di Letta (Ilustrasi)
 Sejak tahun 2000-an masyarakat setempat mengembangkan hasil pertaniannya dengan menanam Cengkeh (sebelum tahun 2000-an diletta hanya sedikit yang menanam cengkeh) dan sekarang ini hampir semua masyarakat Desa Letta mempunya tanaman cengkeh, meskipun cengkeh adalah tanaman musiman (1/setahun berbuah) tapi harga cengkeh belakangan ini cukup menjajikan bagi masyarakat setempat. Dengan adanya pengembangan tanaman cengkeh maka lahan pun ikut diperluas. Efek yang di hasilkan dari hal tersebut adalah pembukaan lahan baru menjadi solusi.
Selain menggarap ladang masyarakat letta juga membajak sawah, namun dalam mengolah sawah akhir-akhir ini sangat tergantung dengan curah hujan. Untuk hasil dari sawah sebagian di jual ke pasar Bungi sebagian lagi untuk konsumsi sendiri (Maklum Masyarakat Indonesia makanan Pokoknya adalah Nasi). 
Gambar 3 Ketam Hitam diolah jadi Tape

Soal kualitas beras dari letta tidak kalah dari daerah lain meskipun wilayah letta pegunungan. Letta mempunyai beras unggul yakni Beras Ketan Hitam. Beras ini sangat khas, warna yang mencolok/tidak pudar dan tekstur beras ini setelah diolah sangatlah empuk dan lembut, dan jenis beras dari letta ini sangat cocok jika diolah menjadi tape (Tape Ketan Hitam).
 Selain Manggarap Ladang dan Membajak sawah masyarakat setempat beternak atau “ Makambi’ ”masyarakat setempat menyebutnya, namun model dari beternak masyarakat setempat adalah perorangan ya cukuplah untuk konsumsi sekitar ketika ada yang melaksanakan hajatan. Ada yang beternak Sapi, Kambing, dan ayam. Semuanya di kelola sama dengan model beternak pada kampung kampung pada umumnya.
Untuk pembahasan mengenai hasil ladang dan beberapa pekerjaan masyarakat letta pada umumnya yang masih tetap berdomisili di letta dalam menjalani kehidupan. Sekarang ini orang Letta atau Bati’ toletta sudah mbanyak yang merantau tempat lain bahkan sampai lintas negara untuk mengai rejeki.




Nantikan terus tulisan tulisan mengenai negeri penuh cerita. Jangan lupa untuk membaca ulasan yang lain. Terima Kasih…. 

Waalaikum Salam Wr. Wb.


0 komentar:

Post a Comment

Popular Posts

Blog Archive

Mangandi Letta. Powered by Blogger.