Apa kabar semoga tetap dalam
kebahagiaan. Kali ini saya mencoba menulis tentang kehidupan di letta dalam
menjalani penghidupan yang saya beri judul MerajutAsa Kehidupan Masyarakat Letta. Ok kita lagsung ke materidan selamat Membaca 👇👇👇
Letta yang terletak dibagian utara kabupaten pinrang dan berbatasan dengan enrekang, tentunya sebelum letta dimekarkan menjadi 3 desa yakni Desa Letta, Desa Kariango dan Desa kaseralau. Dimana setelah letta Lama dimekarkan Desa letta Pusat pemerintahannya berada di Padang, Desa Kariango berpusat di Kaluku, sedangkan Desa kaseralau berpusat di Loka’, dalam wilayah administrasi Kecamatan Lembang. Namun, seiring berjalannya waktu ketiga Desa hasil dari pemekaran Desa letta (Letta Lama) satu Desa yaitu Desa Kaseralau meminta berpindah ke kecamatan Batu Lappa yang pada akhirnya dikabulkan. Hal ini mereka ajukan karena secara geografis Desa Kaseralau lebih dekat dengan Kecamatan Batu Lappa dibanding pusat kecamatan Lembang. Dengan bergabungnya Desa Kaseralau ke Kecamatan Batulappa maka akan mempermudah urusan urusan masyarakat setempat.
Letta yang terletak dibagian utara kabupaten pinrang dan berbatasan dengan enrekang, tentunya sebelum letta dimekarkan menjadi 3 desa yakni Desa Letta, Desa Kariango dan Desa kaseralau. Dimana setelah letta Lama dimekarkan Desa letta Pusat pemerintahannya berada di Padang, Desa Kariango berpusat di Kaluku, sedangkan Desa kaseralau berpusat di Loka’, dalam wilayah administrasi Kecamatan Lembang. Namun, seiring berjalannya waktu ketiga Desa hasil dari pemekaran Desa letta (Letta Lama) satu Desa yaitu Desa Kaseralau meminta berpindah ke kecamatan Batu Lappa yang pada akhirnya dikabulkan. Hal ini mereka ajukan karena secara geografis Desa Kaseralau lebih dekat dengan Kecamatan Batu Lappa dibanding pusat kecamatan Lembang. Dengan bergabungnya Desa Kaseralau ke Kecamatan Batulappa maka akan mempermudah urusan urusan masyarakat setempat.
| Gambar 1 Letta Lama Setelah Pemekaran menjadi 3 Desa |
Mayoritas Masyarakat Letta adalah
Petani. Komoditas utamanya adalah buah kemiri (Aleurites moluccanus) dalam bahasa
masyarakat setempat disebut ”Pallan”.
Ladang mereka di Tanami berbagai macam jenis tanama mulai dari Kemiri, Kakao (Theobroma cacao) Bahasa Setempat “ Koko’
“, Durian (Durio
zibethinus), Langsat (Lansium domesticum) masyarakat setempat
menyebutnya “Kambuno”, kelapa (Cocos nucifera) atau Kaluku menurut masyarakat setempat menyebutnya, Cengkeh (Syzygium aromaticum)
masyarakat setempat menyebutnya “Cangkeh”. Dari hasil ladang masyarakat setempat terutama
kemiri yang di olah sebelum di jual ke pasar Bungi, untuk mengetahui seperti apa perjalanan ke bungi baca tulisan
sebelumnya yang saya beri judul Berkunjung ke Letta (Negeri Penuh Ceria) 1.
Cara mengolah buah kemiri yaitu dijemur di batu (maklum Letta terdapat banyak
batu yang besar dan sangat cocok untuk menjemur buah) sekitar 1-2 hari,
kemudian buah kemiri tersebut di pisahkan dari cangkangnya yang keras dan
isinya tersebut diambil untuk dijual, proses ini dikenal oleh masyarakat
setempat dengan sebutan “Marrappa Pallan”.
Untuk buah Kakao, diletta tidak terlalu banyak dan hanya sedikit buah,
sedangkan buah buahan hanya berbuah 1 kali setahun. Khusus untuk buah langsat
terkenal sangat manis dan siapapun yang memakannya dijamin puas. Sedangkan Buah
kelapa masyarakat setempat hanya dijadikan konsumsi keluarga. Tanaman kelapa
juga tidaklah terlalu banyak.
| Gambar 2 Hasil Lahan Pertanian di Letta (Ilustrasi) |
Sejak tahun 2000-an masyarakat
setempat mengembangkan hasil pertaniannya dengan menanam Cengkeh (sebelum tahun
2000-an diletta hanya sedikit yang menanam cengkeh) dan sekarang ini hampir semua
masyarakat Desa Letta mempunya tanaman cengkeh, meskipun cengkeh adalah tanaman
musiman (1/setahun berbuah) tapi harga cengkeh belakangan ini cukup menjajikan
bagi masyarakat setempat. Dengan adanya pengembangan tanaman cengkeh maka lahan
pun ikut diperluas. Efek yang di hasilkan dari hal tersebut adalah pembukaan
lahan baru menjadi solusi.
Selain menggarap ladang masyarakat
letta juga membajak sawah, namun dalam mengolah sawah akhir-akhir ini sangat
tergantung dengan curah hujan. Untuk hasil dari sawah sebagian di jual ke pasar
Bungi sebagian lagi untuk konsumsi sendiri (Maklum Masyarakat Indonesia makanan
Pokoknya adalah Nasi).
| Gambar 3 Ketam Hitam diolah jadi Tape |
Soal kualitas beras dari letta tidak kalah dari daerah
lain meskipun wilayah letta pegunungan. Letta mempunyai beras unggul yakni
Beras Ketan Hitam. Beras ini sangat khas, warna yang mencolok/tidak pudar dan tekstur
beras ini setelah diolah sangatlah empuk dan lembut, dan jenis beras dari letta
ini sangat cocok jika diolah menjadi tape (Tape Ketan Hitam).
Selain Manggarap Ladang dan Membajak
sawah masyarakat setempat beternak atau “
Makambi’ ”masyarakat setempat menyebutnya, namun model dari beternak
masyarakat setempat adalah perorangan ya cukuplah untuk konsumsi sekitar ketika
ada yang melaksanakan hajatan. Ada yang beternak Sapi, Kambing, dan ayam. Semuanya
di kelola sama dengan model beternak pada kampung kampung pada umumnya.
Untuk pembahasan mengenai hasil ladang
dan beberapa pekerjaan masyarakat letta pada umumnya yang masih tetap
berdomisili di letta dalam menjalani kehidupan. Sekarang ini orang Letta atau
Bati’ toletta sudah mbanyak yang merantau tempat lain bahkan sampai lintas
negara untuk mengai rejeki.
Nantikan terus tulisan tulisan
mengenai negeri penuh cerita. Jangan lupa untuk membaca ulasan yang lain.
Terima Kasih….
Waalaikum Salam Wr. Wb.

0 komentar:
Post a Comment